Kamis, 25 Desember 2014

lelah

langkahku terhenti di sebuah persimpangan...
dalam keraguanku ku terus melangkah...
mencari pembenaran dalam segenggam kemunafikan dunia...
adakah penuntun buatku di saat seperti ini...
sudikah kiranya membantuku menentukan langkah ini...
di manakah engkau wahai pujangga...
buatkan untukku syair indah bernada kebahagiaan...
buatkan untukku syair merdu berbingkai ketulusan...
atau...
di manakah engkau wahai seniman cinta....
mainkanlah untukku alunan lagu bernada kedamaian..
agar ku merasa damai di saat kebimbangan melanda...
nina bobokan lah diriku dalam keraguanku....
untukmu yang pergi tak kembali...
untukmu yang pernah hadir di saatku lelah...

bidadari malam

rintik hujan sore hari begitu merdu jatuh dari langit...
menyejukan jiwa yang lara di saat dahaga...
iramanya membuatku terbuai dalam alunan nada yang beriringan...
tetes demi tetes jatuh seperti denting piano sang seniman cinta...
membawaku tebang ke singgasana kedamaian hati...
sejuk...
lembut...
merdu...
itulah yang kurasakan tanpa paksaan tanpa ancaman...
bait baitnya bagaikan virus kehidupan...
mampu membuatku terpukau oleh pesonamu...
tapi...
kini di manakah engkau...
wahai sang bidadari malam..
kau pergi hilang entah kemana...


Senin, 15 Desember 2014

berfikir

Bapak...
hmmmh..oh bapak..begitulah aku memanggilmu...
bukan ayah,father,dady papaa juga papi...
masih terbayang kenangan itu di mana engkau selalu tersenyum dan tertawa...
seakan tak ada beban di hidupmu...
engkau selalu ceria sepanjang hidupmu...
kau jadi suri tauladan kami anak anakmu...
bapak...
aku rindu saat saat itu...
saat di mana engkau memarahiku di kala aku salah..
tapi semarah dirimu engkau tetap menyayangiku sepenuh dan setulus hati..
kau tak pernah menolak bila aku meminta...
dengan kasih sayangmu kau  bimbing kami...
semua itu tinggal kenangan..kau telah pergi menghadap illahi..

masih terngiang nasehat terakhirmu"BERFIKIR::...
itulah kata terakhir kali kau ucapakan walau hanya dengan isyarat jari jarimu...
begitu dalam makna yang terkandung di dalamnya sehingga kami anak anakmu terhenyak..
dan tersadarkan..oleh pesan yang engkau berikan...
begitu luas arti kata itu ..
kini aku sadar...mengapa engkau berpesan seperti itu..
terima kasih bapak kata terakhirmu kan ku jadikan cambuk buat ku menapaki jalan ini...
kan kujadikan bekal hidupku untuk masa yang akan datang....
ya ALLAH...terimalah amal ibadahnya hapuskanlah segala dosanya tempatkan lah dia di sisimu di tempat yang paling mulia...
untuk bapakku...engkaulah segalagalanya buatku...amiin..


Sabtu, 06 Desember 2014

engkau

di balik kecantikan wajahmu tersimpan kesedihan...

kenapa kau tutupi dengan senyuman pahit yang menyiksamu..

apakah yang kau rasakan sehingga kau seperti itu...

bukankah engkau yang memilih jalan itu..

ku tau bathinmu menangis..

ku tau hatimu hancur...

jangan bersedih semua ada resikonya..

kembalilah seperti saat pertama aku mengenalmu..

jadikanlah kembali dirimu seperti bidadari surga..

yang selalu memancarkan sinar kelembutan dan kedamaian...

jadi lah wanita sempurna di mata pasangan hidupmu kelak...

karena di situlah sesungguhnya kecantikan sejatimu...

diamku

dalam diamku....

setitik harapan muncul dalam benak yang telah beku...

dan kemudian hancur tergerus waktu...

berserakan bagaikan seonggok pasir di sisi jalan...

kenapa..???

kenapa semua terjadi di saat aku mulai bangkit...

ku ingin semua jangan jadi penyakit..

yang dapat membuat hati ini semakin sulit..

biarlah...

biarkanlah diri ini berjalan dengan sekehendak hati..

janganlah pernah bertanya atau mencoba tuk mengerti.

cukuplah kau tersenyum dan cobalah memahami..