Kamis, 25 Desember 2014

bidadari malam

rintik hujan sore hari begitu merdu jatuh dari langit...
menyejukan jiwa yang lara di saat dahaga...
iramanya membuatku terbuai dalam alunan nada yang beriringan...
tetes demi tetes jatuh seperti denting piano sang seniman cinta...
membawaku tebang ke singgasana kedamaian hati...
sejuk...
lembut...
merdu...
itulah yang kurasakan tanpa paksaan tanpa ancaman...
bait baitnya bagaikan virus kehidupan...
mampu membuatku terpukau oleh pesonamu...
tapi...
kini di manakah engkau...
wahai sang bidadari malam..
kau pergi hilang entah kemana...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar